TEKNOLOGI
SMARTWATCH
Jam tangan atau arloji merupakan alat
penunjuk waktu yang dapat dibawa kemana – mana dengan penggunaannya dipakai di
pergelangan tangan. Awalnya jam tangan diperkenalkan pada abad 16 dan hanya
digunakan untuk kaum hawa saja. Jam tangan kini dapat dipakai oleh semua
kalangan. Dengan segala bentuk, material, dan berbagai desain yang menarik dan
inovatif.
Seiring berkembangnya zaman, muncul
inovasi jam tangan dengan memiliki fitur – fitur layaknya smartphone. Jam
tangan pintar atau smartwatch merupakan Wearable device atau perangkat yang
bisa dipakai ini memiliki definisi yang berubah-ubah sesuai teknologi yang ada.
Dengan smartwatch seorang pengguna dapat
melihat berita, informasi cuaca, mengambil gambar, membuka email, dan
berkomunikasi. Smartwatch juga didukung dengan fasilitas WiFI, Bluetooth dan
fitur lainnya.
Perusahaan teknologi berlomba – lomba menawarkan
produk mereka khususnya produk smartwatch dengan keistimewaan dari produk
tersebut. Berikut adalah contoh dari smartwatch pada zaman sekarang.
A. Apple
Watch
Apple Watch (iWatch) adalah jam tangan pintar pertama
Apple yang diperkenalkan oleh Tim Cook pada even khusus 09/09/14 di Cupertino,
California. Apple Watch ada 3 modal; iWatch Sport, Stainless Style dan iWatch
Edition yang masing-masing punya ukuran 38 mm & 42 mm. Untuk spesifikasinya
perangkat yang melampaui penjualan smartwatch Android dalam kurun waktu 3 bulan
sejak di luncurkan untuk publik ini di persenjatai dengan procesor Apple Chip1,
RAM 512 mb, memory sebesar 8GB. Untuk layarnya iWatch menggunakan layar
berbahan safir dengan teknologi Amoled.
B. Sony
Watch
Sony SmartWatch, juga disebut MN2SW,
adalah perangkat jam tangan pintar yang
bisa terhubung ke telepon pintar Android dan memiliki kemampuan untuk
menampilkan umpan Twitter, SMS, dan sebagainya. Perangkat ini kompatibel dengan sebagian
besar telepon Android. Jam tangan SmartWatch menggunakan gelang silikon
fleksibel yang tersedia dalam berbagai warna.
C. Samsung Galaxy Gear
SOURCE:
Harapan atau asa
adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan
didapatkan atau suatu kejadian akan berbuah kebaikan di waktu yang akan datang.
Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan
terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada
kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak
orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau
berusaha.
Menurut Mario Teguh sang
motivator terkenal, “Harapan adalah kekuatan yang memperpanjang usia. Kehidupan
ini menghadiahkan keceriaan dan kesehatan kepada jiwa yang mengharapkan
pertumbuhan pada jiwa lain yang dikasihinya, yang berjerih-payah untuk
memastikan agar dia bisa melihat pertumbuhan itu esok pagi, dan setiap hari
setelahnya”. Artinya seorang anak adalah sebuah harapan untuk orang tuanya.
Orang tua rela bekerja keras demi anaknya untuk menggapai cita – cita lekas
dewasa nanti. Sang anak harusnya mengerti keadaan orang tuanya, dengan membalas
kebaikan orang tua yaitu dengan belajar sungguh – sungguh.
Contoh kasus:
AMBON, KOMPAS.com —
Terlahir dari keluarga yang sederhana, tidak membuat Gayatri Wailissa menyerah
untuk mengejar impiannya. Diusianya yang baru 16 tahun, anak dari pasangan
Deddy Darwis Wailissa, seorang perajin kaligrafi dan Nurul Idawaty, telah mampu
mengukir banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
Terlahir dari keluarga sederhana bukan menjadi halangan bagi Gayatri. Keterbatasan
materi keluarga tak membuatnya patah semangat. Dia terus menggali segala
kemampuan yang ada dalam dirinya. Salah satu mimpi Gayatri adalah menjadi
seorang diplomat termuda di Indonesia.
Tak kurang dari 11 bahasa dia kuasai, mulai dari bahasa Inggris, Italia,
Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, dan India
dikuasainya dengan baik dan fasih. Saat ini, dia juga sedang belajar bahasa
Rusia dan bahasa Tagalog.
Menurut Gayatri, kemampuannya mempelajari banyak bahasa asing tidak melalui
kursus, tetapi dengan cara yang sangat sederhana yakni mendengar lagu dan
menonton film asing, kemudian dia terjemahkan melalui kamus.
Gayatri, kemudian terpilih mewakili Indonesia ke tingkat Asean dan mengikuti
pertemuan anak di Thailand dalam Convention on the Right of the Child (CRC)
atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN.
Anda tidak pernah diberi harapan tanpa diberi kekuatan untuk
membuatnya nyata sekaligus. Namun bagaimanapun Anda harus
mengupayakannya.
"Richard Bach"
Source:
Kehidupan
manusia bagaikan seperti sebuah roda yang berputar, kadang diatas dan kadang
dibawah artinya kehidupan ini tidak abadi dan tidak kekal. Manusia tidak selalu
merasakan senang dalam hidupnya dan juga tidak selalu hidup dalam kesusahan dan
menderita.
Penderitaan
itu sendiri berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa
sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau
merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau
batin, atau lahir batin.
Setiap
manusia pasti pernah merasakan penderitaan. Penderitaan adalah fase wajib yang
kita alami semasa kita hidup di bumi. Tingkatan penderitaan itu sendiri ada
yang berat dan ada yang ringan. Tergantung kepada si penderita yang merasakan. Masing
– masing diri kita menghadapi dan memecahkan masalah itu berbeda – beda. Apabila
seseorang merasakan penderitaan itu adalah sebuah cobaan dari Tuhan untuk
memuliakan hamba-Nya dan meninggikan derajatnya di hadapan Tuhan atau bisa
sebagai teguran dari Tuhan supaya kita berada di jalan yang benar.
Contoh
Kasus:
KOMPAS.com
- Laporan tentang penyiksaan, perkosaan dan pembunuhan yang dialami migran
Rohingya dari Myanmar. Wartawan Ian Pannel yang mengunjungi kamp yang
sebelumnya dipakai pedagang manusia di Malaysia, menerima laporan bahwa para
migran ditahan, dipukuli dan disiksa.
Seorang
wanita mengatakan dirinya menyaksikan tahanan wanita dibawa dan diperkosa
pedagang manusia. Sebagian dari mereka tidak pernah kembali.
Sementara
seorang migran pria yang menghuni kamp selama dua tahun, menceritakan bagaimana
cabai ditaruh di matanya. Dirinya juga melihat migran lain digantung pada leher
mereka oleh para pedagang manusia.
Pria
itu mengatakan terdapat banyak makam di hutan. BBC mengetahui terdapat sekitar
40 makam di kamp di daerah di dekat perbatasan dengan Thailand.
Sumber
:
Pengertian pandangan hidup adalah suatu hal yang
dijadikan sebagai pedoman hidup, dimana dengan aturan aturan yang di buat
untuk mencapai yang di cita citakan. Pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa berarti bahwa semua tingkah laku dan tindakan setiap bangsa indonesia
yang harus dijiwai dan merupakan pengalaman dari setiap sila pancasila (untuk
kehidupan masyarakat dalam segala bidang).
Menurut Padmo Wahjono :“Pandangan hidup adalah
sebagai suatu prinsip atau asas yang mendasari segala jawaban terhadap pertanyaan
dasar, untuk apa seseorang itu hidup”. Berdasarkan pengertian tersebut, dalam
pandangan hidup bangsa terkandung konsepsi dasar mengenai kehidupan yang dicita
– citakan, terkandung pula dasar pikiran terdalam dan Pancasila sebagai
pandangan hidup sering juga disebut pegangan hidup, pedoman hidup, pandangan
dunia atau petunjuk hidup. Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan sarana
ampuh untuk mempersatukan bangsa Indonesia dan memberi petunjuk dalam mencapai
kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin dalam masyarakat kita yang
beraneka ragam sifatnya.
Sebagaimana yang ditujukan dalam ketetapan MPR No.
II/MPR/1979, maka Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara
kita. Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas arah
serta tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan nilai-nilai luhur yang
dijunjung sebagai pandangan / filsafat hidup.
Pancasila merupakan cita-cita moral bangsa yang
memberikan pedoman dan kekuatan rohaniah bagi bangsa untuk berperilaku luhur
dalam kehidupan sehari-hari, dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pancasila dipahami sebagai pedoman, pegangan, dan petunjuk hidup. Manfaat
pancasila sebagai pandangan hidup adalah sebagai berikut :
- Menjadikan
bangsa Indonesia berdiri kokoh sebagai bangsa merdeka dan berdaulat.
- Menjadi
pedoman pemecahan permasalahan yang dihadapi.
- Sebagai
Pedoman Membangun dirinya sendiri dan hubungan dengan bangsa lain.
Kemajuan jaman globalisasi memang
tak bisa dihindarkan. Seiring perkembangan kemajuan teknologi, kini kita bisa
menikmati semua yang serba instan. Mulai dari makanan, pakaian, transportasi,
informasi dan sebagainya. Namun disamping yang ‘serba instan’, globalisasi
memiliki dampak – dampak yang tidak bisa kita hindarkan. Entah itu dampak
positif maupun dampak negatif.
Salah
satu dampak tersebut adalah dari segi berpakaian. Di Jaman Modern ini banyak
sekali model berpakaian. Mulai dari pakaian wanita, pakaian pria, maupun
pakaian anak – anak. Setiap tempat dan kegiatan memiliki tema pakaian
tersendiri. Untuk pakaian sehari – hari, pakaian berolahraga, pakaian untuk
pergi ke suatu tempat, pakaian untuk bekerja, menghadiri acara pernikahan dan
penghargaan. Bahkan untuk tidur pun ada pakaiannya. Dalam acara formal seperti
menghadiri acara peresmian, kita diharuskan untuk tampil dengan busana yang
sopan memakai jas untuk pria atau gaun untuk wanita. Mereka berbondong –
bondong membeli pakaian tersebut di mall dengan merk terkenal atau memesan
khusus di designer terkenal. Jutaan
rupiah bahkan puluhan juta mereka siap untuk membayarnya pakaian tersebut.
Para
remaja kini pun tak ingin ketinggalan. Mereka bergaya, dan berpakaian layaknya
artis – artis barat yang jauh lebih tua dari mereka, atau seperti boyband dan
girlband dari Korea. Memakai pakaian yang minim agar terlihat bentuk lekuk
tubuhnya. Atau memakai riasan yang membuat mereka terlihat lebih tua. Inilah
salah satu penyebab yang mengundang orang untuk berbuat tindak kejahatan seperti
pelecehan seksual.
Ini sangat betentangan sekali
dengan kebudayaan Indonesia. Berbeda sekali dengan jaman dahulu. Dahulu orang
malu memakai celana pendek untuk keluar rumah dan selalu memakai pakaian yang
sopan.
Padahal Indonesia memiliki banyak
pakaian yang jauh lebih sopan. Indonesia kaya akan batik, kebaya dan pakaian
adat yang menjadi ciri khas setiap daerah. Namun lambat laun, kita mulai
melupakan budaya kita sendiri. Orang enggan memiliki baju batik dalam lemarinya
atau punya beberapa itupun karena terpaksa membeli karena perintah dari kantor
atau sekolah. Kebaya pun dipakai saat acara – acara penting saja. Di sekolah
kebaya dan pakaian adat dipakai saat peringatan Hari Kartini dan saat
perpisahan sekolah.
Jadi, kesimpulannya setiap
kebudayaan dari luar masuk hendaknya kita seleksi mana yang positif mana yang
negatif. Terutama dalam hal berpakaian. Selama kita berpakaian biasakan sopan
dan rapi tetapi tidak menghilangkan budaya Indonesia itu sendiri.